Anda mungkin telah memperhatikan bahwa harga produk favorit Anda baru-baru ini meningkat cukup banyak. Alasannya adalah tingkat inflasi yang sangat tinggi, yang berdampak pada ekonomi negara-negara di seluruh dunia.
Dalam artikel ini, kita akan mempelajari apa itu inflasi, mengapa terjadi, apa dampaknya bagi konsumen pada umumnya, dan apa yang menyebabkan inflasi pada tahun 2022.
Poin-poin Utama
- Inflasi mengacu pada kenaikan harga barang, yang menyebabkan masyarakat membeli lebih sedikit.
- Inflasi dapat disebabkan oleh permintaan yang tinggi terhadap produk tertentu, kenaikan harga bahan, devaluasi mata uang, kebijakan negara, dan beberapa keadaan lainnya.
- Inflasi yang rendah dapat membantu pertumbuhan ekonomi sedangkan inflasi yang tinggi mengurangi daya beli konsumen dan dapat menyebabkan resesi ekonomi.
- Inflasi global tahun 2022 terjadi akibat pandemi COVID-19 dan krisis geopolitik di Ukraina.
Apa itu Inflasi?
Inflasi adalah istilah ekonomi yang digunakan untuk menggambarkan kenaikan harga barang dan jasa yang menyebabkan turunnya daya beli dari waktu ke waktu. Inflasi merupakan indikator penting karena menunjukkan seberapa besar ekonomi suatu negara telah berubah dalam periode waktu tertentu, dan apakah perubahan tersebut memengaruhi kesejahteraan keuangan penduduk negara tersebut atau tidak.
Biasanya, inflasi dinyatakan sebagai persentase yang menunjukkan tingkat kenaikan harga dalam satu tahun. Umumnya, inflasi dihitung oleh badan pemerintah yang mengumpulkan data tentang harga saat ini dari sekumpulan barang dan jasa tertentu. Sekumpulan ini biasanya berisi makanan, gas, pakaian, obat-obatan, energi, pembayaran hipotek, dan lain-lain, tetapi isinya dapat bervariasi tergantung pada volatilitas harga produk tertentu. Badan ini mengumpulkan informasi tentang harga setiap bulan, kemudian membagi biaya rata-rata sekumpulan barang tersebut dengan biaya sekumpulan barang yang sama dari bulan sebelumnya.
Statistik tahun ini menunjukkan bahwa pada Oktober 2022, uang $100 di AS dapat membeli sekumpulan produk yang sama dengan harga $92,81 pada bulan Oktober 2021, yang menunjukkan bahwa inflasi telah meningkat secara dramatis sejak tahun lalu.
Penyebab Utama Inflasi
Ada beberapa penyebab utama yang dapat memengaruhi laju inflasi.
- Permintaan tinggi, penawaran rendah. Ketika permintaan penduduk akan barang dan jasa tertentu meningkat terlalu banyak, ekonomi mungkin tidak memiliki cukup pasokan (penawaran). Hal ini memberikan tekanan ke atas pada harga, yang menyebabkan inflasi. Contohnya adalah kelangkaan susu formula bayi di AS pada tahun 2022, ketika kenaikan harga secara umum dan masalah rantai pasokan menyebabkan harga produk penting ini meroket.
- Biaya tinggi, harga tinggi. Ketika biaya bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi barang naik, demikian juga harga barang tersebut. Misalnya, lonjakan harga kayu sebesar 400% juga menyebabkan harga rumah naik, yang mengakibatkan krisis perumahan saat ini mendominasi pasar properti AS.
- Devaluasi mata uang. Ketika suatu negara mengalami devaluasi mata uang, nilai tukarnya turun, yang menyebabkan nilai mata uangnya juga lebih rendah. Ini adalah kabar baik bagi negara lain karena dapat membeli ekspor dari negara ini dengan lebih murah. Namun, penduduk tidak mampu lagi membeli barang-barang yang diimpor dari luar negeri, yang mendorong warga untuk membeli produk dalam negeri.
- Peningkatan pasokan uang. Saat berbicara tentang jumlah uang beredar, yang kami maksud adalah jumlah total uang yang beredar di negara tersebut, termasuk uang tunai, saldo, dan rekening bank. Jika jumlah uang beredar meningkat, hal itu dapat menyebabkan kelangkaan produk karena permintaan dapat mengalahkan pasokan barang.
- Kenaikan gaji. Ketika upah naik, biaya tenaga kerja juga meningkat, artinya pelaku usaha harus menyesuaikan harga produk untuk mempertahankan pendapatannya. Selain itu, kenaikan upah berarti daya beli penduduk juga meningkat, yang menyebabkan permintaan barang-barang tertentu meroket dan harga-harga naik karena kurangnya pasokan.
- Kebijakan negara. Terkadang pemerintah mengeluarkan kebijakan dan peraturan yang dapat menyebabkan harga produk naik. Kebijakan tersebut dapat berupa subsidi pajak dan suku bunga rendah, yang menyebabkan konsumen membeli lebih banyak barang dan mendorong kenaikan harga.
Inflasi: Keuntungan dan Kerugiannya
Inflasi tidak selalu buruk. Tingkat inflasi yang rendah (~2%) sebenarnya adalah hal yang sangat baik karena mendorong orang-orang untuk membeli lebih banyak. Ada beberapa manfaat inflasi:
- Pertumbuhan ekonomi. Inflasi selalu terjadi ketika perekonomian suatu negara sedang naik. Kenaikan harga dan upah membantu pelaku usaha menghasilkan lebih banyak uang, yang mendorong kemajuan ekonomi dan memperpanjang periode kemakmuran ekonomi.
- Penyesuaian upah. Ketika harga barang naik, karyawan mulai menginginkan kenaikan upah untuk mengatasi pengeluaran baru. Pelaku usaha harus menyesuaikan gaji karyawan untuk memastikan mereka tidak mencari pekerjaan lain dengan upah yang lebih tinggi. Ini juga membantu perusahaan untuk mendorong karyawan yang berkinerja baik, menciptakan lingkungan yang sangat produktif di tempat kerja.
- Penyesuaian harga. Ketika orang-orang memperoleh lebih banyak pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income), mereka cenderung membeli lebih banyak. Hal ini memberi kesempatan kepada para pelaku usaha untuk menyesuaikan harga barang mereka guna memenuhi kenaikan permintaan, dan memungkinkan mereka membuat produk dengan kualitas lebih baik untuk konsumen.
- Mengurangi nilai riil utang. Ketika harga dan upah naik, utang yang sudah dimiliki orang-orang menurun nilainya. Pemerintah juga sering memberikan insentif untuk menurunkan suku bunga, yang membantu warganya untuk menangani utang mereka.
- Lebih baik daripada deflasi. Deflasi dapat terjadi ketika nilai mata uang turun. Hal ini menyebabkan penurunan harga produk karena konsumen mungkin tidak mampu membelinya jika harganya tetap tinggi. Pada akhirnya, memproduksi barang mungkin tidak lagi menguntungkan, yang menyebabkan terhentinya perekonomian.
Namun, ketika inflasi tinggi seperti saat ini, juga menimbulkan banyak masalah.
- Ketika upah tidak disesuaikan dengan kenaikan harga, orang-orang harus menggunakan pendapatan dan tabungan mereka untuk membeli produk primer. Ini menurunkan potensi mereka untuk menabung dan menginvestasikan uang, yang memperlambat pertumbuhan ekonomi suatu negara.
- Inflasi yang lebih tinggi menyebabkan harga barang-barang naik. Hal ini membuat produk negara tersebut tidak kompetitif di pasar global, yang menyebabkan berkurangnya ekspor sementara penduduk negara tersebut harus berjuang untuk dapat membeli barang yang sama.
- Inflasi dapat menurunkan nilai obligasi pemerintah, yang menyebabkan investor menuntut lebih banyak kompensasi. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan meningkatkan bunga utang bagi warga, yang bahkan lebih menurunkan lagi daya beli mereka.
- Inflasi yang tinggi mengurangi pendapatan riil rumah tangga, yang hanya memperburuk ketimpangan pendapatan dan menciptakan kesenjangan yang lebih besar antara kelas berpenghasilan tinggi dan rendah.
- Inflasi sulit untuk dilawan, dan tindakan yang diputuskan oleh pemerintah dapat menyebabkan pengangguran jangka pendek dan bahkan resesi ekonomi.